Go to Top

Dulu, ada seorang gadis yang mencintai seorang lelaki. Namun, sang lelaki mengubur hatinya di dasar samudra. Sang gadis tak mampu menemukan, betapa keras ia berusaha. Maka gadis itu menjadi seorang penulis. Lalu menamakan semua tulisannya sesuai dengan namanya. Agar ia selalu teringat dengan lelaki itu saat membacanya.


Hati Sedalam Samudra

Someday, you'll know why Cindy loves Zico.

Akulah seorang gadis, yang tak pernah mau mati sebelum sepayung denganmu. Malam ini, di dalam petikan gitar, rintik hujan, dan alunan lagu, aku mematrimu. Aku yang mencintaimu dengan terlalu, membuatku lupa cara untuk berlalu.

hanya saja, seandainya aku bisa membencimu, mungkin perasaan ini akan jauh lebih baik.

Kata orang, di dalam hujan ada sebuah lagu yang hanya bisa didengarkan oleh orang yang sedang rindu. Pelan-pelanlah belajar memainkan lagu itu. Nanti, jika kamu sudah mahir, maukah kau memainkannya untukku?

Semoga nantinya kamu akan semakin mendekat, jika aku berlari perlahan mengejar rintikmu.

Rinai hujan itu ada. Apa kamu bisa dengar? Kenapa tidak lewat kata-kata, tapi dengan cara yang rumit begitu? Setelah mendengarnya, apa jawabanmu? Sama seperti dulu, aku masih menantikan jawaban pertanyaan waktu itu. “Apa arti diriku untukmu?”

Kesedihanmu masih terkubur dalam. Hanya karena dia, semuanya langsung terpanggil kembali. Tolong! Jangan menangis.

Yang aku inginkan selalu ada disampingmu, tanpa perlu ditanyakan, tanpa perlu dipastikan, perasaannya selalu ada di sini. Sebab bersamamu ada indah harmoni, berpisah adalah siksa. Bagiku, hujan selalu sempurna, maka tidak ada yang perlu diubah lagi. Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tau itu.

  1. karlinadtptr reblogged this from kunamaibintangitunamamu
  2. vanillatecream reblogged this from kunamaibintangitunamamu
  3. duapuluhdelapan reblogged this from kunamaibintangitunamamu
  4. gertroydastrid reblogged this from kunamaibintangitunamamu
  5. diamdalamkata reblogged this from kunamaibintangitunamamu
  6. kunamaibintangitunamamu posted this
Blog comments powered by Disqus